REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Torehan prestasi kontingen angkat besi Indonesia mendapat apresiasi dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero. Perusahaan yang masuk dalam daftar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini, memberikan uang pembinaan kepada atlet berprestasi dalam Olimpiade ke-30, 2012 di London beberapa waktu lalu.
Menteri Negara BUMN, Dahlan Iskan, menyambut baik acara penghargaan ini. "Saya mendukung acara seperti ini. Selain promosi, kegiatan ini kan adalah usaha-usaha yang dilakukan PT KAI, dalam memberi penghargaan pada atlet binaannya," ujar Dahlan, dalam acara Penghargaan Atlet Berprestasi, di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (7/8).
Dalam sambutannya, Dahlan menghimbau pihak PT KAI memasang foto para atlet berprestasi ini. " Triyatno, peraih medali perak dan Eko Yuli Irawan, peraih medali perunggu. Keduanya atlet yang membanggakan dan mereka perlu diberikan apresiasi. Kalau perlu, pihak PT KAI dapat memajang foto keduanya di setiap gerbong kereta. Supaya jutaan pengguna jasa kereta tahu, Indonesia punya atlet muda berprestasi," tuturnya.
Dahlan menambahkan, untuk kedepan BUMN lebih memikirkan atlet-atlet berbakat lainnya. "BUMN lebih berorientasi pada atlet-atlet yang mempunyai potensi dan bakat, dan sudah pasti mendapatkan medali. Cara ini lebih efektif dibanding dana itu disebar dan belum jelas, atlet tersebut akan menyumbang medali atau tidak," ungkapnya.
Selasa, 07 Agustus 2012
Dahlan: Indonesia Harus Bebas dari "Jebakan"
JAKARTA - Indonesia dinilai akan menjadi negara maju. Ini terlihat dari 136 juta penduduk yang sudah tidak miskin.
"Indonesia itu untuk menjadi negara maju sudah kelihatan. Salah satu tandanya, 136 juta orang tidak miskin lagi," ungkap Dahlan, di Kediaman Dirut PT Pelindo, Jakarta, Selasa (7/8/2012).
Dahlan memperkirakan dengan rentang waktu 10-15 tahun ke depan, Indonesia telah menjadi negara maju. Dengan pertumbuhan ekonomi yang ditopang dari peningkatan ekonomi masyarakat kelas menengah ke atas.
"Ekonomi masyarakat kelas menengah telah mengalami peningkatan, meskipun 36 juta penduduk yang miskin masih menjadi problem," tutur Dahlan.
Menurutnya, banyak hal yang mesti diubah, di mana "banyak jebakan" di Indonesia. Apabila jebakan ini tidak dibuang, lanjutnya, maka Indonesia akan terhambat menjadi negara maju. Dalam hal ini berkaitan dengan Pelindo, di mana Dahlan menunjuk Direktur Utama PT Pelindo II RJ Lino yang bertugas menghilangkan berbagai "jebakan" di pelabuhan.
"Perlu strong leadership untuk mengambil "jebakan" diberbagai bidang yang disinyalir akan menghambat pertumbuhan ekonomi," pungkasnya. (ade)
Hadiri Undangan Bos Pelindo II, Dahlan Iskan Naik Ojek
Jakarta - Direktur Utama PT Pelindo (Persero) II, RJ Lino mengadakan kegiatan buka puasa bersama dikediamannya di Jalan Pekayon, Jakarta Selatan.
Acara ini nantinya akan dilengkapi dengan diskusi mengenai Pelabuhan. Ternyata acara ini dihadiri oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan.
Dengan waktu terlambat Dahlan mengungkapkan jika dirinya naik ojek.
"Saya naik ojek dari Simatupang," ungkap Menteri BUMN kepada wartawan, Selasa (7/08/12).
Dahlan yang menggunakan kemeja putih dan sepatu kets kesayangannya tersebut terlihat buru-buru masuk kedalam kediaman RJ Lino. Pada kesempatan tersebut Dahlan berharap RI bisa menjadi negara maju suatu saat nanti. Untuk menggapai impian tersebut, Mantan Dirut PLN ini meminta masyarakat meninggalkan kebiasaan buruknya.
Acara ini nantinya akan dilengkapi dengan diskusi mengenai Pelabuhan. Ternyata acara ini dihadiri oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan.
Dengan waktu terlambat Dahlan mengungkapkan jika dirinya naik ojek.
"Saya naik ojek dari Simatupang," ungkap Menteri BUMN kepada wartawan, Selasa (7/08/12).
Dahlan yang menggunakan kemeja putih dan sepatu kets kesayangannya tersebut terlihat buru-buru masuk kedalam kediaman RJ Lino. Pada kesempatan tersebut Dahlan berharap RI bisa menjadi negara maju suatu saat nanti. Untuk menggapai impian tersebut, Mantan Dirut PLN ini meminta masyarakat meninggalkan kebiasaan buruknya.
Dahlan Iskan: RI Harus Jadi Negara Maju, Tinggal Kita Sendiri Mau atau Tidak?
Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan berharap RI bisa menjadi negara maju suatu saat nanti. Untuk menggapai impian tersebut, Mantan Dirut PLN ini meminta masyarakat meninggalkan kebiasaan buruknya.
"Mau tidak mau RI harus jadi negara maju. Ini sudah keliatan, tinggal dari kitanya mau maju atau tidak?," kata Dahlan ketika ditemui di Rumah Bos Pelindo, Jakarta, Selasa (7/8/2012).
Dahlan mengungkapkan, RI memiliki 136 juta penduduk yang sudah lagi tidak masuk golongan miskin. Sedangkan sebanyak 76 juta masih termasuk golongan miskin. Dalam 10-15 tahun kedepan, Bos Jawa Pos Group ini meyakini penduduk miskin bisa terus berkurang.
"Banyak jebakan yang harus dibuang. Jebakan kita banyak sekali, ini yang harus dibuang," ungkap Dahlan seraya mengibaratkan kemiskinan adalah jebakan.
Selain itu, Dahlan mengatakan ada lagi masalah yang menjadi jebakan. Yakni birokrasi. Ia mencontohkan, proyek kereta api, pelabuhan dan bandara dalam pembangunannya masih terhimpit birokrasi yang buruk.
"Jebakan terbesar adalah birokrasi ini, siapa yang membuang kita masih belum tahu," terangnya.
Menurut Dahlan, terdapat pula ciri-ciri masyarakat Indonesia yang memang kadang menghambat pemerintah untuk terus maju.
"Pertama, kita tidak mau sabar alias maunya cepat. Kedua, birokrasi kita tidak bisa melayani yang cepat. Dan ketiga, kita tidak mau menderita," tegas Dahlan.
"Untuk itu, kita perlu strong leadership," tutupnya.
"Mau tidak mau RI harus jadi negara maju. Ini sudah keliatan, tinggal dari kitanya mau maju atau tidak?," kata Dahlan ketika ditemui di Rumah Bos Pelindo, Jakarta, Selasa (7/8/2012).
Dahlan mengungkapkan, RI memiliki 136 juta penduduk yang sudah lagi tidak masuk golongan miskin. Sedangkan sebanyak 76 juta masih termasuk golongan miskin. Dalam 10-15 tahun kedepan, Bos Jawa Pos Group ini meyakini penduduk miskin bisa terus berkurang.
"Banyak jebakan yang harus dibuang. Jebakan kita banyak sekali, ini yang harus dibuang," ungkap Dahlan seraya mengibaratkan kemiskinan adalah jebakan.
Selain itu, Dahlan mengatakan ada lagi masalah yang menjadi jebakan. Yakni birokrasi. Ia mencontohkan, proyek kereta api, pelabuhan dan bandara dalam pembangunannya masih terhimpit birokrasi yang buruk.
"Jebakan terbesar adalah birokrasi ini, siapa yang membuang kita masih belum tahu," terangnya.
Menurut Dahlan, terdapat pula ciri-ciri masyarakat Indonesia yang memang kadang menghambat pemerintah untuk terus maju.
"Pertama, kita tidak mau sabar alias maunya cepat. Kedua, birokrasi kita tidak bisa melayani yang cepat. Dan ketiga, kita tidak mau menderita," tegas Dahlan.
"Untuk itu, kita perlu strong leadership," tutupnya.
Dahlan Iskan usul foto peraih medali Olimpiade dipajang di kereta
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan mengusulkan agar foto Triyatno dan Eko Yuli Irawan, peraih medali angkat besi pada Olimpiade London 2012 dipajang di setiap gerbong kereta api Indonesia.
"Saya usul kepada direktur utama PT KAI agar foto dua orang kebanggaan ini dipajang di seluruh gerbong kereta api sebagai bentuk support dari para penumpang kereta api yang jumlahnya jutaan kepada atlet angkat besi Indonesia," kata Dahlan saat acara penyerahan penghargaan kepada atlet angkat besi Olimpiade di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (KAI), Ignasius Jonan, langsung menanggapi perintah Dahlan usai acara penyerahan penghargaan.
"Ya, akan dipasang di semua gerbong. Untuk kapannya belum tahu tetapi segera dilakukan," kata Jonan kepada wartawan.
Triyatno dan Eko untuk kedua kalinya berhasil menyumbangkan medali setelah persembahan medali perunggu pada Olimpiade di Beijing tahun 2008.
Pada Olimpiade London tahun ini, mereka menjadi penyumbang medali bagi kontingen Indonesia setelah 20 atlet lainnya gagal meraih medali.
Ekomeraih medali perunggu di kelas 62 kg setelah menyelesaikan total angkatan seberat 317 kg dengan angkatan snatch 145 kg dan clean and jerk 172 kg.
Triyatno berhasil mencatat total angkatan 333 kg dengan menghasilkan angkatan snatch 145 kg dan clean and jerk 188 kg pada jelas 69 kg.
Sementara itu, sejak tahun 2010 PT KAI telah menjadi "bapak angkat" dari cabang olahraga angkat besi dibawah naungan PABBSI (Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia). Atas kemenangan Triyatno dan Eko, PT KAI memberikan bonus uang pembinaan masing-masing sebesar Rp 500 juta dan Rp 250 juta.
"Saya usul kepada direktur utama PT KAI agar foto dua orang kebanggaan ini dipajang di seluruh gerbong kereta api sebagai bentuk support dari para penumpang kereta api yang jumlahnya jutaan kepada atlet angkat besi Indonesia," kata Dahlan saat acara penyerahan penghargaan kepada atlet angkat besi Olimpiade di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (KAI), Ignasius Jonan, langsung menanggapi perintah Dahlan usai acara penyerahan penghargaan.
"Ya, akan dipasang di semua gerbong. Untuk kapannya belum tahu tetapi segera dilakukan," kata Jonan kepada wartawan.
Triyatno dan Eko untuk kedua kalinya berhasil menyumbangkan medali setelah persembahan medali perunggu pada Olimpiade di Beijing tahun 2008.
Pada Olimpiade London tahun ini, mereka menjadi penyumbang medali bagi kontingen Indonesia setelah 20 atlet lainnya gagal meraih medali.
Ekomeraih medali perunggu di kelas 62 kg setelah menyelesaikan total angkatan seberat 317 kg dengan angkatan snatch 145 kg dan clean and jerk 172 kg.
Triyatno berhasil mencatat total angkatan 333 kg dengan menghasilkan angkatan snatch 145 kg dan clean and jerk 188 kg pada jelas 69 kg.
Sementara itu, sejak tahun 2010 PT KAI telah menjadi "bapak angkat" dari cabang olahraga angkat besi dibawah naungan PABBSI (Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia). Atas kemenangan Triyatno dan Eko, PT KAI memberikan bonus uang pembinaan masing-masing sebesar Rp 500 juta dan Rp 250 juta.
Dahlan: Elvyn dirut Jamsostek gantikan Hotbonar
" Ya, besok akan ada perombakan direksi. Selain masa kerja yang sudah habis, susunan direksi juga akan diisi oleh tenaga-tenaga muda di Jamsostek,"
Jakarta (ANTARA News) - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengisyaratkan perombakan besar-besaran direksi PT Jamsostek (Persero) dengan menunjuk Elvyn G. Masassya sebagai Direktur Utama menggantikan Hotbonar Sinaga.
"Ya, besok akan ada perombakan direksi. Selain masa kerja yang sudah habis, susunan direksi juga akan diisi oleh tenaga-tenaga muda di Jamsostek," kata Dahlan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa.
Menurut Dahlan, pergantian akan dilakukan pada Rabu (8/8). "Surat Keputusan Menteri BUMN terkait pergantian akan saya teken besok," ujar Dahlan.
Ia menilai, Elvyn yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Investasi Jamsostek, merupakan sosok yang sangat paham soal industri asuransi ketenagakerjaan, sekaligus mampu membawa Jamsostek untuk menyukseskan program pemerintah membentuk Badan Penyelenggara Jamisan Sosial (BPJS).
Elvyn mulai bergabung dengan Jamsostek sejak 13 Oktober 2011.
Pria kelahiran, Medan, 18 Juni 1967 ini merupakan lulusan Sarjana Ekonomi jurusan Manajemen Universitas Jayabaya, Magister Manajemen Keuangan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Elvyn, sebelumnya pernah menjabat sebagai Komisaris PT Bank Bali, Direktur PT Bank Permata Tbk, Corporate Secretary PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Direktur PT Tuban Petrochemical Industries.
Senin, 06 Agustus 2012
Manufacturing Hope 38
Setelah Hidup Diperpanjang Lima Tahun
Senin 6 Agustus 2012
Manufacturing Hope 38
Manufacturing Hope 38
Hari ini, Senin 6 Agustus 2012, genap lima tahun saya “hidup baru”. Allahu Akbar! Kalau teringat begitu parahnya kondisi badan saya lima tahun yang lalu, rasanya tidak terbayangkan saya masih bisa hidup hari ini. Allahu Akbar! Apalagi dengan kualitas hidup yang nyaris sempurna seperti sekarang ini. Allahu Akbar!
Sejak saya muntah darah tujuh tahun lalu, dan kemudian
Langganan:
Postingan (Atom)
