Tampilkan postingan dengan label BUMN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BUMN. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Agustus 2012

Mario Rivaldi, Putra Petir Kreator Sepeda Motor Listrik

Belum Lahir Sudah Dipesan 1.000 Unit oleh PLN

Di antara lima Pandawa Putra Petir, ada sosok muda bernama Mario Rivaldi. Dialah kreator ABYOR, sepeda motor listrik pertama produk asli Indonesia.

 AHMAD BAIDHOWI, Jakarta

SIANG itu Mario berpresentasi di hadapan tiga pejabat dari Kementerian Riset dan Teknologi. Tangannya lincah membolak-balik buku katalog seukuran kertas folio. Sesekali dia membetulkan letak kacamatanya.

Perhutani dan Universitas Negeri Papua kembangkan industri sagu

Jakarta (ANTARA News) – Perum Perhutani dan Universitas Negeri Papua, Rabu, menandatangani Nota Kesepahaman untuk mewujudkan pengembangan industri sagu di Kabupaten Sorong, Papua Barat.

Dalam siaran persnya, Kamis, Direktur Utama Perum Perhutani BambangSukmananto mengatakan untuk memenuhi kesediaan bahan baku pabrik sagu, Perum Perhutani akan menggandeng masyarakat lokal agar pasokan bahan baku pembuatan sagu terjamin.

Rabu, 08 Agustus 2012

Satelit Telkom-3 Hilang, Mengapa?


Proses setelah pelepasan terekam oleh video pengamat satelit amatir.

PT Telkom Indonesia akhirnya mengungkapkan penyebab hilangnya Satelit Telkom-3 saat akan diorbitkan ke luar angkasa. Satelit Telkom-3 hilang akibat gagal mengorbit, setelah 'menumpang' roket Rusia, Proton-M, yang diluncurkan dari Cosmodrome Baikonur di Kazakhstan.

Keterangan mengenai hilangnya satelit ini disampaikan Telkom setelah mendapat informasi dari ISS Reshetnev Rusia, selaku kontraktor utama satelit.  


"Kami telah mendapat informasi tertulis dari ISS Reshetnev, Rusia, bahwa telah terjadi anomali pada saat peluncuran Satelit Telkom-3 di tahap pengoperasian roket peluncur Briz-M sehingga menyebabkan satelit hanya mencapai intermediate orbit," kata Slamet Riyadi, Head of Corporate Communication and Affair Telkom dalam keterangan tertulis, Rabu 8 Agustus 2012.

Slamet menjelaskan, ISS Reshetnev sedang melakukan investigasi lebih lanjut atas kejadian ini. Melalui koordinasi intensif dengan pihak ISS Reshetnev, Telkom berharap mendapatkan informasi rinci dalam waktu dekat.

Badan Antariksa Rusia, Roscosmos, menjelaskan lebih rinci mengenai kerusakan yang dialami Briz-M. Di situs resminya, Roscosmos mengatakan pendorong roket (booster) milik Proton-M hanya berfungsi selama tujuh detik. Padahal, booster ini diprogram berjalan 18 menit 5 detik, di fase pengoperasian roket peluncur Briz-M. Roscosmos juga sempat menyebut ada masalah di salah satu pembakaran Briz-M. 

Awalnya, peluncuran ini seperti tidak ada kendala. Mengutip laman Space Travel, Proton-M sukses melewati tahap awal peluncuran hingga tahap pengoperasian Briz-M, seperti yang direncanakan sebelumnya.
Telkom-3 dan satelit Rusia Ekspress-MD2 pun diperkirakan akan terparkir sempurna setelah dilepas ke orbit berukuran 172x173 km di sudut orbit 51,55 derajat.

Sekitar pukul 20.38 UTC, 6 Agustus, mesin utama Briz-M siap mendorong dua satelit. Tapi kemudian Briz-M mengalami kerusakan, padahal baru berfungsi selama 7 detik dari 18 menit yang diprogramkan. Kejadian tersebut menyebabkan terjadinya pelencengan orbit.

Komputer Briz-M akhirnya berfungsi kembali. Dengan prosedur darurat, dua satelit ini kemudian dilepas ke orbit independen. Padahal, semula pelepasan Telkom-3 akan dilakukan pada jam 04.44 UTC, 7 Agustus. Sedangkan Express-MD2 akan dilepas 30 menit setelah Telkom-3. Namun, sepertinya ada kecelakaan yang menyebabkan pelepasan berlangsung lebih cepat.

Proses setelah pelepasan ini terekam dalam sebuah video oleh Kevin Fetter, pengamat satelit amatir di Kanada, sekitar pukul 04.08 waktu setempat. Dalam video terlihat empat benda bergerak di langit. Masing-masing terlihat sedang menarik benda lain, sehingga seperti ada dua kereta yang melintas.

Empat benda itu diperkirakan merupakan dua satelit, Briz-M, dan Auvilliary Propellant Tank milik Briz-M. Keempatnya diduga melayang bebas setelah terjadi kegagalan pelepasan satelit. Lihat videonya di tautan ini.

Asuransi
Telkom memang tidak menderita kerugian finansial akibat gagal mengorbitnya satelit ini, karena kerugian akan diganti asuransi. Kepastian ini diungkapkan Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan, setelah menerima laporan dari Telkom. "Mereka telah lapor ke saya kalau proyek itu diasuransikan secara penuh," ujar Dahlan.

Sebelum memutuskan pembelian satelit, perusahaan telah mengkaji berbagai macam resiko seperti hilang, meledak atau kecelakaan lainnya. "Tapi yang jelas untuk korporasi sebesar Telkom pasti bisa selebihnya. Saya tidak ingin masuk terlalu jauh," jelasnya.

Mantan Direktur Utama Telkom, Setyanto P. Santosa, menjelaskan mengenai skema umum asuransi yang digunakan industri satelit. Menurutnya, asuransi tidak hanya dilakukan untuk mengganti kegagalan peluncuran, tetapi juga meliputi kegagalan mengorbit.

Setyanto kemudian memaparkan, saat peluncuran satelit Palapa D, ada yang melenceng. Ini menyebabkan masa orbit satelit yang harusnya 18 tahun, berkurang menjadi 11 tahun. "Kerugian 7 tahun itu diasuransi, diganti," kata dia.

Dia mengaku belum tahu kontrak asuransi Telkom di peluncuran Telkom-3. Meski begitu, Setyanto yang pernah terlibat berbagai peluncuran satelit Palapa ini memaparkan ada sejumlah opsi asuransi.

"Kalau dalam kontrak pembuatan satelit, ada opsi. Beli satu satelit, tapi ada opsi juga akan beli lagi dalam satu term beberapa tahun setelah itu. Itu untuk jaga-jaga kalo ada kegagalan," ucapnya.

Karena itu, sebelum menandatangani kontrak, biasanya akan dilihat berapa persen tingkat keberhasilan peluncuran satelit. "Kami selalu lihat pembuktian, jadi tidak pernah bicara harga. Kita tidak irit ketika bicara peluncur, bisa irit di pembuatan satelit. Ini bisnis satelit, masa irit," ucapnya.

Pelaku industri satelit, Kanaka Hidayat, menjelaskan bahwa industri satelit memang penuh resiko. "Karena itu setiap titik pembentukan satelit dan peluncuran itu sangat dipertimbangkan," ucap Kanaka, General Manager PT Broadband Broadcast Satellite.
Kanaka memahami bahwa kerugian terbesar yang dialami Telkom bukanlah kerugian finansial, tapi hilangnya kesempatan. Sebab, bisnis penyewaan transponder sedang naik daun. Bahkan di tahun 2013 pun bisnis ini dianggap akan penuh persaingan, sebab banyak yang melakukan peluncuran satelit.   "Telkom harusnya bisa mendahului, jadi punya golden opportunityuntuk meraih pasar," ucap Kanaka.

Satelit Telkom-3 memiliki kapasitas 42 peralatan transmisi aktif atau transponder. Ini terdiri dari 24 transponder pada Standard C-band 36MHz, 8 transponder pada C-band 54 MHz dan 4 transponder pada 36 MHz, bersama dengan 6 transponder 54 MHz KU Band.
Satelit Telkom-3 dibangun oleh ISS-Reshetnev dengan perangkat komunikasi dibuat oleh Thales Aleniaspace. Satelit ini dirancang untuk memenuhi meningkatnya permintaan peralatan transmisi dalam pengembangan layanan bisnis satelit Indonesia, terutama untuk Grup Telkom yang telah menginvestasikan US$200 juta dalam proyek ini.

Elvyn Resmi Pimpin Jamsostek

AKARTA - Elvyn G Masassya resmi dilantik sebagai Direktur Utama PT Jamsostek (Persero) di kantor Kementerian BUMN oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan yang diwakili Deputi BUMN Parikesit.

"Hari ini resmi Elvyn menjadi Direktur Utama Jamsostek," ungkap Parikesit saat membacakan maklumat dari Menteri BUMN Dahlan Iskan, di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (8/8/2012).

Elvyn yang tadinya menjabat sebagai Direktur Investasi, kini menjabat sebagai Direktur Utama mengantikan Hotbonar Sinaga yang telah habis masa jabatannya.

Di samping itu juga terdapat pengangkatan dijajaran direksi, yakni:

Agus Supriyadi sebagai Direktur Umum dan SDM menggantikan HD Suyono.
Amri Yusuf sebagai Direktur Perencanaan Pengembangan dan Informasi menggantikan Myra Soraya Ratnawati Asnar.
Junaidi sebagai Direktur Kepesertaan menggantikan Ahmad Ansyori.
Ahmad Riadi sebagai Direktur Pelayanan menggantikan Djoko Sungkono.
Jefri Haryadi sebagai Direktur Investasi menggantikan Elvyn G Masassya.
Herdi Trisanto sebagai Direktur Keuangan menggantikan Karsanto.

VIVAnews - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hari ini resmi melantik susunan direksi PT Jamsostek (Persero). Dahlan Iskan merombak seluruh jajaran direksi Jamsostek dengan generasi yang muda-muda.

Menteri BUMN Dahlan Iskan melalui Surat Keputusan SK-295/MBU/2012 yang dibacakan oleh Deputi Bidang Jasa Kementerian BUMN, Parikesit Suprapto, memberhentikan dengan hormat Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga.

Dalam kesempatan tersebut, Parikesit membagikan copy SK kepada direksi Jamsostek yang baru. Berikut susunan direksi Jamsostek yang baru:

Direktur Utama: Elvyn G. Massassya
Direktur SDM dan Umum: Amri Yusuf
Direktur Rencana Pengembangan dan Informasi: Agus Supriyadi
Direktur Investasi: Jeffry Haryadi
Direktur Kepesertaan: Junaedi
Direktur Pelayanan: Ahmad Riadi
Direktur Keuangan: Herdi Trisanto

Sementara itu, Komisaris Jamsostek, Priyono, yang mewakili tiga komisaris lainnya menyatakan, perombakan ini merupakan pertama kalinya seluruh direksi Jamsostek berasal dari internal perseroan.

Ia berpesan agar direksi yang baru terus meningkatkan kepercayaan publik terhadap Jamsostek, yang selama ini sudah membaik oleh kinerja direksi lama.

"Kami hadapi berbagai persoalan di bidang kepesertaan. Untuk itu, direksi baru harus menekankan pelayanan, terutama menjelang perubahan Jamsostek menjadi Badan Pengelola Jaminan Sosial yang waktunya tinggal 1,5 tahun lagi," katanya


Hutama Karya Tetap Ingin Bangun Kereta Layang


Meneg BUMN Dahlan Iskan tidak menyetujui pembangunan kereta layang.

PT Hutama Karya akan terus berupaya mewujudkan pembangunan kereta layang Bekasi-Slipi meski Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan tidak menyetujui rencana tersebut. Direktur Utama PT Hutama Karya Tri Widjajanto Joedosastro mengatakan rencana itu disusun didasarkan pada realita sehari-hari warga Jakarta.

Selain itu, dasar pertimbangannya bukan semata-mata unsur finansial, namun juga kepentingan ekonomi yang lebih luas. Menurut dia, proyek ini bisa menghemat konsumsi BBM yang terbuang sekitar Rp9 triliun per tahun, yang diakibatkan kemacetan yang parah di Jakarta.



“Kami sudah mempresentasikan betapa merugikannya kemacetan tersebut. Kami melihat, kalau biaya yang bisa dihemat dibandingkan dengan harga investasinya, mana yang lebih besar?” katanya dalam "Temu Akbar Engineering BUMN" tahun 2012 di kantor Pertamina, Jakarta, Rabu 8 Agustus 2012.

Ditaksir, biaya untuk membangun kereta ini sekitar Rp10 triliun. Tapi, proyek ini diperkirakan bisa menghemat anggaran lebih dari Rp14 triliun tiap tahunnya. Tri mengakui usulannya ini belum dilaporkan secara resmi ke Kementerian Perhubungan. “Nanti kami akan melakukan penelitian teknis,” ujarnya.

Sebelumnya, Meneg BUMN Dahlan Iskan mengatakan tidak menyetujui rencana pembangunan kereta layang ini karena biaya investasi dan ongkos yang nanti bakal dikenakan kepada penumpang bakal cukup besar. "Masa tarifnya sampai Rp70 ribu, tidak akan mau rakyat," kata dia.

PLN Dapat Tugas Bangun 30 PLTU 99% Buatan Dalam Negeri

Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meminta PT PLN (Persero) juga membuat 30 pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) diluar proyek 10.000 MW yang disebutnya Pembangkit Merah Putih karena banyak menggunakan komponen lokal.

Selama ini proyek 10.000 MW sebagian besar komponennya didatangkan dari China.

"Tadi Pak Dahlan minta PLN membangun PLTU yang seluruhnya buatan dalam negeri dengan menggandeng BUMN lainnya yang direncanakan sebanyak 30 PLTU," kata Direktur Utama PLN Nur Pamudji di Kantor Pertamina Pusat, Rabu (8/8/2012).

Dikatakan Nur, hampir 99% PLTU tersebut melibatkan BUMN. Hal ini lah yang membuat Dahlan menamakan proyek ini sebagai proyek merah putih.

"Seperti Turbinnya oleh NTP (PT Nusantara Turbin dan Propulsi), Generatornya dibuat oleh PT Pindad, Boilernya dibuat perusahaan swasta nasional (PT Barata Indonesia)," ujarnya.

Sementara itu untuk komponen baja, masih harus diimpor dari negara lain. "Sementara untuk berbagai komponen pembangkit dibuat di Indonesia, nanti ditunjuk pemenang EPC (Engineering, Procurement and Construction) itu dari BUMN Karya-Karya, belum ada penunjukkan jadi nanti ada tender, dan nantinya PLTU ini akan menjadi milik PLN sendiri," jelasnya.

Masing-masing PLTU tersebut berkapasitas di bawah 20 MW dikarenakan turbin pada pembangkitnya hanya mampu mencapai 20 MW.

"Salah satu PLTU yang akan dimulai pembangunannya yakni PLTU Timika 4x7 dan kita (PLN) sudah kontrak dan mulai dibangun pada September 2012 dengan memakan biaya sekitar US$ 1,2 juta x 28 MW atau US$ 33,6 juta," ungkapnya.

PLTU Timika sempat gagal dua kali dalam proses tender dikarenakan nilai proyek jauh lebih tinggi dari harga yang ditaksir PLN.

Hutama Karya Bangun "Railway" Bekasi-Slipi


 PT Hutama Karya Persero berencana membangun Urban Railway Transportation di sepanjang jalan dari Bekasi ke Slipi. Rencana tersebut ingin membantu mengurai kemacetan, khususnya di ruas jalan tol dalam kota.
Direktur Utama Hutama Karya Tri Widjayanto menjelaskan, pembangunan railway ini akan terbentang sepanjang 22 km dari Bekasi hingga Slipi. Rencananya proyek itu akan dibahas dengan pemerintah pusat dan daerah.
"Ini akan mengurai kemacetan Ibu Kota dan mengurangi pemakaian bahan bakar minyak (BBM)," kata Tri di acara "Temu Akbar Engineering BUMN 2012" di kantor Pertamina, Jakarta, Rabu (8/8/2012).
Meski akan membangun railway di atas jalan tol, perseroan mengklaim tidak akan mengganggu lalu lintas tol dalam kota yang selalu macet setiap hari. Perseroan sudah memiliki rencana untuk membangun konstruksi tanpa mengganggu lalu lintas.
Agar tidak mengganggu jembatan penyeberangan, perseroan akan membangun railway lebih tinggi, yaitu 15 meter dan hanya memerlukan pier di tengah jalan tol sebagai tiang pancang sepanjang 1,8 meter.
Di atas railway nanti juga bisa berjalan bus transjakarta bebas hambatan. Perseroan sudah memikirkan alokasi jalan hingga cukup dipakai oleh beberapa moda transportasi.
"Proyek ini memerlukan investasi Rp 7 triliun dan memakai anggaran negara," katanya.
Saat ini perseroan sedang fokus menyampaikan kajian aspek finansial dan hukumnya ke Kementerian Perhubungan.
Menteri BUMN Dahlan Iskan masih belum setuju atas rencana Hutama Karya untuk mengerjakan proyek tersebut. Masalahnya, proyek tersebut memakai uang negara.
"Bila memakai uang negara, itu akan melalui proses panjang. Beda dengan dana kas internal," kata Dahlan.
Selain itu, masyarakat yang akan memakai railway nanti diharuskan untuk membayar uang tol sebesar Rp 40.000-Rp 70.000. Dana sebesar itu, menurut Dahlan, justru akan memberatkan warga yang ingin memakai fasilitas tersebut.
"Sekarang saja jalan tol hanya bayar Rp 20.000, masak masyarakat suruh bayar Rp 40.000, mana mau. Itu yang menyebabkan saya menolak," jelasnya. Kendati demikian, Dahlan masih sepakat soal dana Rp 7 triliun tersebut.
Di sisi lain, kerugian bahan bakar minyak (BBM) setiap tahun akibat kemacetan Jakarta diperkirakan sebesar Rp 9 triliun. "Itu akan dipertimbangkan. Negara akan keluar sekali Rp 7 triliun, tetapi akan hemat Rp 9 triliun setiap tahun akibat pemborosan BBM," jelasnya.

Adhi Karya Bakal Bangun Monorail


 PT Adhi Karya Tbk (ADHI) akan membangun Jakarta Link Transportation (Monorail Project) untuk mengatasi kemacetan ibukota Jakarta. Jika disetujui, proyek ini bisa selesai dalam 2,5 tahun ke depan dan bisa beroperasi pada 2015.
Direktur Utama Adhi Karya Kiswodarmawan menjelaskan proyek tersebut merupakan kelanjutan dari proyek monorail yang terbengkalai beberapa tahun lalu. Rencananya, perseroan akan membangun monorail sepanjang 13 km.
"Kami menargetkan proyek ini memiliki masa konstruksi 2,5 tahun dengan nilai investasi Rp 3,73 triliun, dengan catatan disetujui oleh Pemda DKI Jakarta," kata Kiswo saat pemaparan di acara Temu Akbar Engineering BUMN 2012" di kantor Pertamina Jakarta, Rabu (8/8/2012).
Sebelumnya, Adhi Karya memang sudah bergabung dengan PT Jakarta Monorail untuk membangun proyek monorail. Perseroan memiliki 7,5 persen saham di PT Jakarta Monorail. Namun karena proyeknya mangkrak dan dana investor tidak cair, maka perseroan memilih untuk hengkang di proyek kerjasama itu.
Rencananya, Adhi Karya ingin membangun monorail dengan kapasitas 77.500 orang per arah per hari serta berkapasitas 200 orang per gerbong. Feeder yang akan dibangun seitar 16 stasiun unit mulai dari Tanah Abang, Grand Indonesia, Dukuh Atas, Four Season Kuningan berputar ke SCBD melewati jalan Satrio, Bendungan Hilir, Istora dan Senayan.
"Nanti juga bisa disambung lagi dari Senayan ke Palmerah, kan disitu sudah ada tiang pancangnya," jelasnya.
Proyek monorail ini juga akan dikoneksikan dengan proyek Mass Rapid Transportation (MRT) dan Commuter Line di Dukuh Atas. Begitu juga dengan Trans Jakarta. Jadi stasiun di Dukuh Atas ini menjadi sentralnya.
"Apalagi nanti rencananya PT Kereta Api juga akan membangun kereta ke bandara. Jadi orang asing bisa dari bandara langsung ke Dukuh Atas, menuju pusat-pusat bisnis seperti di Singapura," jelasnya.
Proyek monorail ini juga akan bekerjasama dengan PT Industri Kereta Api (INKA) dalam hal integrasi sistem, rolling stock dan depo. Selain itu juga bekerjasama dengan PT LEN Industri (Persero) dalam halsignal system dan ticketing. Sementara operasionalnya nanti bisa melalui PT Kereta Api.
Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan menilai hal ini merupakan proyek bagus. Sehingga Adhi Karya bisa langsung segera memprosesnya. "Saya setuju proyek ini, apalagi tiang pancangnya sudah ada, tinggal lanjutkan. Tapi proyek ini harus mendapat izin dari Pemda DKI Jakarta biar cepat," kata Dahlan.
Dengan proyek ini, Dahlan berharap agar dosa-dosa perseroan saat terkena kasus Hambalang bisa ditebus. Yaitu melakukan proyek tepat sasaran dan menguntungkan.

Temu Akbar Engineering BUMN Tahun 2012

akarta, 8/8 (ANTARA) - Dalam rangka mensinergikan kemampuan engineering BUMN untuk mendukung pertumbuhan industri nasional, serta sejalan dengan RPJMN Prioritas Nasional,khususnya pada RPJM 2 ( 2010 - 2014) " memantapkan penataan kembali NKRI, meningkatkan kualitas SDM, membangun kemampuan IPTEK, memperkuat daya saing perekonomian",  Kementerian BUMN menyelenggarakan Temu Akbar Engineering BUMN Tahun 2012 di Kantor Pusat Pertamina pada 8 Agustus 2012. Acara yang dibuka langsung oleh Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan ini juga mengundang perwakilan Kementerian Riset dan Teknologi RI, Dewan Riset Nasional, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, dan Ikatan Auditor Teknologi Indonesia.

     Temu Akbar Engineering ini diisi dengan paparan para direksi BUMN yang memiliki kemampuan di bidang engineering. Dalam persiapan Temu Akbar BUMN tersebut, Sekretaris Kementerian Wahyu Hidayat dan Irnanda Laksanawan Staf Ahli Menteri Bidang SDM dan Teknologi menegaskan agar BUMN harus mampu menganalisa gap antara peluang bisnis dan kemampuan yang dimiliki perusahaan saat ini. Dengan demikian, BUMN dipacu untuk memunculkan ide-ide kreatifnya dengan memetakan sistem integrasi yang efisien antar BUMN dalam menyokong pemerintah di empat sektor utama yang memerlukan EPC ( Engineering,Procurement & Construction ) Nasional, yakni Natural Resources, Food Industry, Energy & Industrial Plant, serta Railway Transportation, Infrastructur& ICT. Dahlan sendiri sangat optimis, BUMN dapat menjadi sokoguruengineering industri apapun di negeri ini,sebagaimana tercantum dalam "Roadmap Transformasi BUMN Menuju Daya Saing Global" sehingga mewujudkan kemandirian bangsa.

     Sebagaimana diketahui, Indonesia merupakan negara yang kaya Sumber Daya Alam. Untuk itu, Kementerian BUMN menaruh perhatian besar pada sektor Natural Resources. Terkait itu, PT Antam Tbk dan PT Semen Gresik Tbk yang bergerak di sektor eksplorasi SDA, akan memaparkan kemampuan engineering-nya di bidang Smelter Feronickel dan Cement Plant.

     Sementara itu, sinergi yang baik antar BUMN di bidang Food & Health Industry akan mendukung ketahanan pangan dan kesehatan.Untuk itu, PTPN III, PTPN XI dan PTPN XII telah melakukan kerjasama dalam pembangunan industri gula terpadu di Jolondoro, Glenmore, Banyuwangi yang 66% komponennya berasal dari produk lokal. PTPN IV menunjukkan dukungannya di bidang oleokimia. Tidak ketinggalan, PT Syang Hyang Seri (PT SHS) pun telah melakukan pengembangan produk kedelai sistem bule (tumpang sari tanaman kedelai dengan tanaman tebu). Apabila realisasi sistem BULE mencapai 400.000 ha, maka impor kedelai nasional dapat turun dari 883.000 ton menjadi hanya 183.000 ton. Boma Bisma Indra juga turut mendukung program ketahanan pangan tersebut melalui produknya, seperti pabrik CPO dan gula.

     Guna mendukung kemandirian bangsa di bidang kesehatan, BUMN Farmasi (dalam hal ini PT Indofarma Tbk, PT Kimia Farma Tbk, PT Biofarma) menjejakkan komitmennya pada kemandirian riset serta produksi obat dan vaksin. Ketiga BUMN tersebut menargetkan kemandirian ini akan mencakup dari penyediaan bahan baku produksi farmasi, hingga pengadaan dan perawatan mesin farmasi.

     Di sektor Energy & Industrial Plant, Pertamina dan PLN, serta PT Rekayasa Industri (Rekind) dan PT Krakatau Engineering akan menyampaikan presentasi produk dan bisnis BUMN yang bergerak di sektor tersebut. Rekind sebagai anak perusahaan BUMN akan memaparkan kompetensinya di bidang pabrik amonium nitrat dan pembangkit listrik di Asia. Sementara Krakatau Engineering selama ini bergerak sebagai penyokong di bidang produk aplikasi baja. PT Pertamina, selain menitik beratkan pada infrastruktur domestik gas dan produksi solar modul, juga mulai melirik pengelolaan lahan hulu migas di Irak. Dalam program ini, PT Pertamina akan bekerjasama dengan pemerintah Indonesia dan beberapa BUMN seperti  PT PLN, PT Adhi Karya Tbk, PT Wijaya Karya Tbk, dan PT Hutama Karya.

     Sedangkan di sektor Railway TransportationInfrastructure & ICT,beberapa BUMN akan memaparkan kegiatan bisnis yang dilakukan dalam rangka mengatasi kemacetan ibukota. PT Adhi Karya Tbk dan PT INKA misalnya, bekerjasama melalui pembangunan Jakarta Link Transportation yang akan terintegrasi denganbusway, commuter line, dan MRT. Beberapa BUMN lainnya juga turut mendukung transportasi seperti PT Hutama Karya dengan pembangunan Urban Railway Transport, PT Pindad dengan mesin mobil listrik, PT PAL dengan rintisan kapal selam, serta PT Telkom Tbk melalui ICT-nya. Bahkan Direktur Utama PT Pindad, Adik Soedarsono meyakini, perusahaan BUMN tersebut nantinya akan mampu memproduksi 6.000-15.000 mesin mobil listrik yang akan menjadi kebanggaan nasional ini setiap tahunnya.

     Kegiatan temu akbar ini merupakan wujud nyata upaya Kementerian BUMN dalam mendorong BUMN untuk mengeksplorasi peluang-peluang usaha serta melakukan sinergi operasi antar BUMN sebagaimana yang termuat dalam Masterplan BUMN 2012-2014, khususnya di bidang teknologi. Untuk menciptakan kemandirian teknologi yang berdaya saing, diperlukan industri berbasis teknologi yang tinggi untuk mendukung percepatan dan perluasan pembangunan infrastruktur sebagai kunci utama penerapan MP3EI di Indonesia.

     Untuk keterangan lebih lanjut silakan menghubungi Purwanto, Kepala Biro Umum dan Humas, Kementerian BUMN.

Mau Umroh, Dahlan Iskan Enggak Jadi Jajal 'Ferrari' Listrik

Jakarta - Tadinya Menteri BUMN akan melakukan test drive mobil listrik sekelas 'Ferrari' pada awal Agustus ini, namun ternyata rencana itu mundur. Dahlan Iskan memutuskan untuk umroh terlebih dulu.

"(Umroh) Sama anak istri menantu. Istri pertama kedua ketiga keempat saya ajak semua. Dari tanggal 10 (Agustus) sampai Lebaran," kata Dahlan di kantor Pertamina, Rabu (8/8/2012).

Setelah umroh itu, barulah dirinya akan menjajal mobil listrik super yang digarap rumah modifikasi di Yogyakarta. Mobil super listrik itu ditaksir harganya mencapai Rp 1,5 miliar dan sudah ada 25 orang yang memesannya.

"Ke Jogja menjemput mobil Ferrari, habis Lebaran," ujarnya.

Untuk saat ini, Dahlan bertekad menghabiskan 'jatah' test drive mobil listrik city car buatan Ahmadi hingga 1000 Km.

Saat ini Dahlan telah menjajal mobil listrik berwarna hijau hingga 300 Km. Mobil listrik itu kini ada di Bandung bersama sang pemiliknya Dasep Ahmadi.

Adhi Karya Bangun Monorel Rp3,7 Triliun


Jakarta (ANTARA) - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) berencana membangun monorel sepanjang 13 kilometer (km) dengan kajian teknikal dimulai akhir tahun ini. Investasi monorel diperkirakan menelan biaya Rp3,7 triliun. 
Menurut Direktur Utama ADHI Kiswodarmawan di Jakarta, Rabu, kebutuhan dana pembangunan monorel diperoleh dari kas internal 30 persen atau Rp1,117 triliun dan pinjaman perbankan sebesar 70 persen atau Rp2,608 triliun. Perseroan memilih bank BUMN sebagai kreditur. 
Dalam pengerjaan monorel ini, perseroan berencana menggandeng PT Jasa Marga Tbk dan PT PLN Persero. Namun, untuk merealisasikan proyek tersebut perseroan terlebih dahulu mengkomunikasikan dengan Pemda DKI Jakarta. 
"Nanti, skema bisnis monorel adalah konsorsium BUMN, pemda DKI, dan konsorsium bank BUMN," kata Kiswodarmawan saat ditemui usai acara `Temu Akbar Engineering BUMN 2012`. 
Ia menambahkan persiapan konstruksi monorel ini diperkirakan membutuhkan waktu 2,5 tahun, sementara masa konsesinya sekitar 30 tahun. Monorel diproyeksikan akan beroperasi penuh pada 2015 mendatang. 
"Tarif monorel ini Rp9.500 per orang. Kalau dapat subsidi bisa Rp9.000 dengan mempertimbangkan inflasi 5 persen," tuturnya. 
Ia menghitung kapasitas gerbong monorel ini dapat menampung 200 orang, dengan kapasitas angkut 77.500 orang per arah per hari serta setiap empat menit kereta monorel akan datang. 
"Monorel ini akan melewati 16 stasiun. Nanti akan terhubung dengan MRT Dukuh Atas-Istora-Senayan, serta kereta komuter di Dukuh Atas," ungkapnya. 
Menteri BUMN Dahlan Iskan menyetujui dan memberikan izin rencana pembangunan monorel oleh Adhi Karya. Untuk merealisasikannya, ADHI harus berkonsultasi dengan Pemda DKI terlebih dahulu. 
"Saya sangat setuju dan saya izinkan. Sekarang ADHI harus kompromikan dulu ke Pemda DKI," urai Dahlan.

Dahlan Tak Restui Kereta Layang Bekasi-Slipi


Sebelumnya, Dahlan sangat tertarik kepada proyek pemecah macet ini.



VIVAnews – Kemacetan di Jakarta kian menggila. Hampir terjadi di setiap tempat termasuk jalan tol, jalur beribu orang masuk kota saban hari. Polisi sudah berusaha sekuat tenaga mengurai kemacetan, juga di jalan tol itu termasuk memberlakukan contra flow di pagi hari. Meski membantu, kemacetan tetap saja mengular saban pagi saban petang.
Lalu datanglah gagasan pembangunan kereta layang Bekasi-Slipi. Memanfaatkan median jalan tol tanpa harus menganggu jalur yang dilalui mobil. Gagasan ini disampaikan oleh PT Hutama Karya. 
Tapi Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, menegaskan bahwa dia tidak menyetujui rencana itu, padahal sebelumnya dia sangat tertarik. "Rencana yang diajukan oleh Hutama Karya ini bagus, tetapi saya sudah memutuskan tidak setuju," kata Dahlan dalam acara Temu Akbar Engineering BUMN tahun 2012 di kantor Pertamina, Jakarta, Rabu 8 Agustus 2012.
Dahlan menolak sebab tarifnya mahal dan tidak mungkin terjangkau masyarakat. "Masa tarifnya sampai Rp70 ribu, nggak akan mau rakyat," kata dia.
Sementara itu, Direktur Utama Hutama Karya, Tri Widjajanto Joedosastro, mengatakan, sebenarnya tarif bisa diturunkan menjadi Rp16 ribu. Tarif murah itu harus dengan bantuan pembiayaan dari pemerintah.
Tapi menurut Dahlan, jika harus menunggu kucuran dana dari pemerintah,  prosesnya akan sangat panjang. "Banyak yang mesti diurus, bisa-bisa tiga tahun ke depan masih diurus juga," ujarnya.
Kendati demikian, Dahlan berharap proyek ini bisa dijalankan, meski dengan catatan tarifnya bisa dikurangi dan menggunakan dana dari pemerintah seminimal mungkin.
Seperti diketahui, kereta layang ini akan menjadi model transportasi intermoda yang terintegrasi, dari kereta listrik, busway hingga MRT.
Dalam konsep ini, Hutama Karya akan menjadikan Cawang menjadi titik sentral bertemunya kereta dan busway serta Semanggi sebagai titik sentral kereta listrik dengan MRT.

Dahlan: Bangun Pabrik Baja Rp 100 T untuk Mobil Listrik, Negara Hemat Rp 300 T

Jakarta - Untuk mewujudkan ambisi menjadikan mobil listrik sebagai mobil nasional, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menggandeng BUMN untuk memproduksi komponen-komponen mobil listrik. Termasuk pembangunan pabrik plat baja yang mencapai Rp 100 triliun.

"Baterai Aki Lithium akan diproduksi perusahaan baterai besar di Indonesia, Magnetik di produksi PT Pindad, Plat Baja akan dibuat oleh PT Inka (Industri Ketera Api Indonesia)," kata Dahlan di Kantor Pertamina Pusat, Rabu (8/8/2012).

Walaupun dalam pembangunan pabrik plat baja yang akan dilakukan PT Inka bakal menghabiskan dana Rp 100 triliun, hal ini tidaklah merugi. "Tidak sulit kok buat pabrik baja, walaupun menghabiskan dana Rp 100 triliun, tapi kan kita bisa menghemat Rp 300 triliun," ucap Dahlan.

Rp 300 triliun ini maksud yang dimaksud Dahlan adalah subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diberikan oleh negara yang tahun ini totalnya bisa mencapai Rp 300 triliun.

"Kalau konsumsinya bisa ditekan dengan orang berpindah ke mobil listrik dan motor listrik maka subsidi negara untuk BBM akan berkurang drastis, karena orang banyak yang tidak pakai mobil BBM lagi," terang Dahlan.

"Ini memang tidak mudah, tapi harus kita serang dari berbagai sisi, tidak hanya dari listrik tapi juga dari mengkonversi berbagai kendaraan mulai dari mobil, mesin kapal nelayan sampai kapal tangker bisa menggunakan Gas alam terkompresi (Compressed natural gas/CNG) dan Gas alam cair (Liquefied natural gas/LNG)," tandasnya.

Uji Coba Mobil Listrik, Dahlan Iskan Masih Utang 700 Km

Jakarta - Menteri Badan USaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan masih harus melunasi janjinya untuk menuntaskan uji coba mobil listrik 1.000 kilometer (km). Hingga kini Dahlan baru menguji mobil Hijau ini sepanjang 300 km.

"Sebelum saya meyakinkan orang untuk pakai mobil listrik, saya harus uji coba dulu mobil listrik ini sejauh 1.000 kilometer," kata Dahlan di Kantor Pusat Pertamina, Rabu (8/8/2012).

Dikatakan Dahlan, saat ini dirinya baru uji coba mobil listrik tersebut sejauh 300 km. Artinya, bos Jawa Pos ini masih punya utang uji coba sejauh 700 KM lagi untuk meyakinkan dirinya untuk memproduksi masal mobil listrik tersebut.

"Saya baru uji 300 KM, masih utang 700 KM lagi. Saya akan lakukan itu, saya tahu itu bakal menyiksa, tapi akan tetap saya lakukan sebelum diproduksi masal," ungkapnya.

Apalagi jika diproduksi masal nanti, Dahlan yakin mobil listrik bakal menjadi mobnas, karena 100% komponennya dibuat di dalam negeri. 

"Akan jadi mobil nasional, 100% buatan dalam negeri. Mulai dari Aki baterai lithium yang akan diproduksi di dalam negeri pada April 2013, magnetik motor dibuat oleh PT Pindad dan bajanya diproduksi oleh PT Inka. Jadi bisa jadi mobil nasional," tandasnya.

Dahlan Tak Tahu Berapa Dana Produksi Mobil Listrik

JAKARTA - Menteri BUMN Dahlan Iskan belum bisa mengkalkulasikan dana yang akan dikeluarkan untuk produksi mobil listrik per tahunnya. Hal ini karena dirinya belum mengetahui berapa produksi mobil listrik dalam satu tahun. 

"Jumlah pastinya (dana) belum tahu karena kita belum tahu berapa jumlah produksi dalam setahun ini," ujar Dahlan saat menghadiri temu akbar Engineering BUMN, di Kantor Pertamina Pusat, Jakarta, Rabu (8/8/2012).

Dalam hal ini, Dahlan tengah berupaya meyakinkan pemerintah bahwa BUMN mampu mendanai produksi mobil listrik yang akan menjadi mobil nasional.

"Kita mampu mendanai mobil listrik sesuai jumlah yang disepakati," kata Dahlan singkat.

Sebelumnya, produksi mobil listrik yang dipakai Dahlan terkendala komponen mobil listrik yang bahannya tidak bisa diproduksi lokal. Namun lagi-lagi Dahlan memastikan upaya produksi lokal bisa dioptimalkan. (gna)

Diam-Diam Dahlan Ganti Dirut PT Pertani

JAKARTA - Secara diam-diam, ternyata Menteri BUMN Dahlan Iskan telah mengganti Direktur Utama PT Pertani (Persero) Dwi Antono yang digantikan oleh Dirut PT Sang Hyang Sri (Persero) Edy Budiono.

"Ya memang sudah diganti," ujar Dahlan usai menghadiri santunan di Musholla Attaqwa Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (8/8/2012).

Dahlan mengungkapkan, bahwa pergantian tersebut untuk membawa PT Pertani lebih maju lagi ke depan.



"Saya pikir Dirut yang sekarang ini mempunyai kinerja yang baik untuk membawa PT Pertani lebih maju lagi ke depannya," ungkap Dahlan.

Ketika ditanya apa ada kemungkinan terjadi akuisisi antara PT Pertani dengan PT Sang Hyang Sri mengingat telah ditetapkannya Dirut Sang Hyang Sri yang diangkat menjadi Dirut Pertani, dia membolehkannya.

"Kalau memang terjadi akuisisi ya silakan saja," pungkas Dahlan. (gna)

Dahlan Akan Ungkap 25 Pembeli Ferrari Listrik



Dahlan memberi syarat sebelum membuka 25 nama pembeli mobil listrik.


VIVAnews - Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, berjanji bakal mengungkapkan 25 nama pemesan mobil listrik sejenis Ferrari. Namun, hal itu baru dilakukan jika kendaraan listrik jenis sport ini sudah bisa menempuh jarak 1.000 ribu kilometer.

"25 orang pembeli ini adalah orang-orang kaya yang saya ajak untuk ikut membeli," kata Dahlan dalam Temu Akbar Engineering BUMN Tahun 2012 di Gedung Pertamina, Jakarta, Rabu 8 Agustus 2012.

Dahlan menegaskan, ke-25 pemesan tersebut telah setuju untuk membeli mobil listrik seharga Rp1,5 miliar per unit. Sedikit bocoran, Dahlan mengatakan, beberapa di antara para pemesan mobil itu berasal dari kalangan pengusaha. "Respons dari mereka sangat positif," ujarnya.

Terkait perkembangan pembuatan mobil Ferrari listrik tersebut, saat ini perusahaan perakit masih menunggu pasokan baterai yang kabarnya sudah siap didatangkan ke Indonesia. Sepekan kemudian, baterai tersebut sudah siap dipasang dalam rangka mobil.
"Keluar dari pelabuhan langsung dipasang kira-kira seminggu sampai 10 hari lagi," ujarnya.

Baterai mobil Ferrari listrik tersebut berjenis lithium dan langsung diimpor dari Amerika Serikat. Ke depannya, Dahlan berharap Indonesia bisa membangun pabrik baterai untuk mobil listrik sendiri.

"Untuk baterai, yang jelas sekarang ini lagi bangun pabrik untuk produksi baterai lithium itu di daerah Bekasi," tuturnya.
Seperti diketahui, Dahlan Iskan menggagas pembuatan mobil listrik yang sedang dikembangkan empat "Putra Petir", antara lain Dasep Ahmadi, Danet Suryatama, Mario Rifaldi, dan Ravi Desai.

Dahlan menjelaskan bahwa saat ini keempatnya tersebut sedang mengembangkan mobil listrik dengan empat macam, yaitu sejenis Carry, Avanza, Yaris, dan Ferrari. Selama ini, Dahlan senantiasa menyetir sendiri mobil listrik sejenis Avanza.

Sementara itu, mobil listrik mewah sejenis Ferrari, semula akan diluncurkan pada 6 Agustus 2012. Hingga saat ini, mobil listrik mewah seharga Rp1,5 miliar per unit ini telah dipesan 25 orang konglomerat Indonesia. Tidak cuma pengusaha, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga ikut memesan. (art)

Dahlan Bakal Pakai Mobil Ferari Listrik


INILAH.COM, Jakarta - Menteri Negara Dahlan Iskan akan menjajal mobil listrik kelas Ferari. Hal ini dilakukan sebelum merekomendasikan pada para pengusaha untuk memproduksi mobil kelas ini.
"Harus saya coba dulu, kalau saya coba ini sudah layak baru saya ngomong ke orang, saya akan pakai 1000 km dulu, kemarin baru 300 dan sekarang sedang dibawa ke bandung jadi belum bisa saya perlihatkan," ujar Dahlan Iskan saat ditemui di Jakarta, Rabu (8/8/2012).
Untuk mobil listrik sendiri, Dahlan mengatakan akan beralih penggunaan mobilnya dari Mercy ke mobil listrik. Hal ini dilakukan semata demi orientasi pada pasar penggunaan mobil listrik.
"Kalau pasar harus menerima, saya juga harus mau, karena saya harus membuat orang lain membeli, masa saya nggak menjalani, nah mobil yang kelas ferari itu pun saya harus jalani dulu, sebelum saya memberi tahu 25 orang," ujarnya.
Ia menambahkan akan mencoba mobil listrik kelas Ferari tersebut ke beberapa daerah, seperti Bandung dan Jogjakarta pada Oktober 2012. [ast]

Dahlan Rombak Direksi PT Dirgantara Indonesia


TEMPO.COJakarta - Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, menyatakan direksi PT Dirgantara Indonesia akan segera diganti. "Pekan inilah, selesai," ujar Dahlan di gedung Pertamina, Rabu, 8 Agustus 2012. Namun, kata Dahlan, posisi direktur utama tidak akan diganti.
Dahlan berharap, dengan penyegaran manajemen perseroan  menjadi lebih kuat. Dia memandang selama ini perseroan masih kurang kompak.
Dahlan menyatakan, bukan hanya Dirgantara Indonesia, penggantian direksi juga terjadi pada PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek). "Yang Jamsostek itu sudah ditandatangani," kata Dahlan.
Pergantian direksi ini adalah yang kesekiankalinya dilakukan oleh Dahlan. Pada Juli silam, Dahlan telah mengganti jajaran direktur PT Merpati Nusantara Airlines. Ia mengharapkan adanya kekompakan tim di bawah pimpinan Direktur Utama Merpati, yang baru beberapa bulan menjabat, Rudy Setyopurnomo.

Dahlan Iskan akan kendarai mobil listrik ke Yogyakarta

akarta (ANTARA News) - Menteri BUMN Dahlan Iskan berencana mengendarai mobil listrik ke Yogyakarta.

"Saya pengen ke Yogya pakai mobil listrik, Mobil listrik ini sudah dibawa ke Bandung sama Dasep (pembuat mobil listrik yang kini dikendarai Dahlan)," kata Dahlan saat ditemui di sela acara Temu Akbar Engineering BUMN 2012` di kantor Pertamina Persero, Jakarta, Rabu.

Dahlan menuturkan mobil listrik yang dia sebut sekelas Ferrari tersebut akan dikendarainya terlebih dulu kemudian diperkenalkan kepada masyarakat. 

"Banyak sekali peminatnya. Iya ada 25 orang. Tapi nanti sajalah siapa orang-orangnya," urainya.

Menyoal mobil listrik, Dahlan menginginkan mobil listrik dapat menjadi mobil nasional dan dapat diproduksi secara massal. Dahlan sendiri akan melakukan ujicoba mobil listrik dengan kecepatan 1.000 kilometer (Km).

"Saya sudah mencoba kecepatan 300 km. Jadi, dua bulan lagi saya ingin coba 1.000 km," urainya.

Ia mengakui setelah berhasil mencoba mengemudikan mobil listrik berkecepatan 1.000 km, ia berencana menawarkan mobil listrik itu kepada semua pihak.

"Sebelum saya meminta orang lain untuk membeli mobil listrik ini, saya harus menggunakannya terlebih dahulu," ungkapnya. 

Sebelumnya, dia mengemukakan tenaga mobil listrik tersebut  berasal dari "fuel cell",  alat elektrokimia yang mirip dengan baterai, tetapi berbeda karena dirancang untuk dapat diisi terus reaktannya yang terkonsumsi, yaitu memproduksi listrik dari penyediaan bahan bakar hidrogen dan oksigen dari luar. Hal ini berbeda dengan energi internal dari baterai.

Dahlan  meminta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk membuat prototipe "fuel cell".

"Nantinya, mobil listrik ini tidak datang dari listrik, tetapi `fuel cell`," tutur Dahlan Iskan pekan lalu di kantor Kementerian BUMN, Jakarta..

Menurut Dahlan, dalam waktu enam bulan prototipe yang dihasilkan BPPT akan selesai sehingga mobil listrik nantinya dapat menggunakan "fuel cell".

Dahlan sendiri sudah melakukan pertemuan dengan pembuat "fuel cell" tersebut pada hari Jumat.


Dasep Ahmadi ini memproduksi sebanyak tiga mobil listrik dengan pilihan warna hijau, merah, dan putih. Mobil ini ditawarkan dengan harga berkisar Rp200 juta--Rp300 juta.

Mobil listrik yang dikendarai Dahlan di pintu sebelah kiri dan kanan bertuliskan "Let`s Green and Go Electric". Mobil listrik ini belum menggunakan nomor polisi dan belum dilengkapi dengan pengatur suhu udara (air conditioner).